Resensi Novel "Secangkir Kopi Untuk Relawan"


RESENSI NOVEL SECANGKIR KOPI UNTUK RELAWAN
Judul Buku      : Secangkir Kopi Untuk Relawan
Pengarang       : Muhammad Al Azhir
Penerbit           : Semesta Pro-U Media
Tahun Terbit    : 2010
Jenis Buku       : Novel
Tebal Buku      : 270 halaman
            “Tidak ada hukuman yang lebih pantas bagi mata-mata kecuali mati,” teriaknya. Inilah salah satu kutipan  dialog komandan GAM kepada Wahid Nugroho, seorang mahasiswa sekaligus Ketua BEM FISIPOL UGM yang tengah menjadi relawan di serambi Mekkah  Aceh. Ia merupakan mahasiswa tingkat akhir yang berjuang menyelesaikan skripsinya demi tercapainya impian wisuda. Dengan Profesor Ibrahim sebagai dosen pembimbing, ia mengangkat judul skripsi yaitu “KONFLIK SEBAGAI LADANG BISNIS TENTARA : STUDI KASUS TENTANG ACEH”. Dosen pembimbing pun memuji sekaligus meragukan judul skripsinya. Disatu sisi dosen memuji karena biasanya judul seperti itu ditulis oleh mahasiswa pascasarjana. Namun, disisi lain Profesor Ibrahim meragukan data jika hanya berasal dari internet dan LSM. Profesor Ibrpahim menyarankan Wahid untuk melakukan studi lapangan langsung di Aceh. Tak berselang lama, Wahid yang juga seorang relawan di LSM Komite Kemanusiaan Indonesia mendapat kabar dari pimpinan LSM bahwa Aceh terkena bencana Gempa bumi. Dan Wahid pun menjadi salah satu relawan yang berangkat ke Aceh. Selain menjadi relawan, ia juga mencari data untuk bahan skripspinya. Dan disinilah perjuangan Wahid dimulai.
            Buku ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja atau dewasa karena banyak nilai-nilai yang disampaikan oleh penulis seperti nilai kesabaran, nilai moral, nilai religius, dan nilai sosial. Banyak pembelajaran yang bisa kita ambil dari novel ini, terlebih makna tentang keikhlasan dan perjuangan.  Dalam buku  ini Wahid selaku penulis menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan adanya kemudahan bahasa ini, pembaca akan mudah ikut larut dalam alur cerita yang terjadi. Dimana banyak sekali permainan suasana seperti bimbang, tegang, menyedihkan, gembira, dan juga romantis.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh para pembaca antara lain : pembaca akan termotivasi dengan kisah perjuangan penulis menghadapi lika liku kehidupan baik kehidupan pribadi, sosial dan kehidupan kampus. Pembaca juga akan lebih memahami tentang makna dari relawan. pembaca juga dapat mengetahui tentang informasi konflik di Aceh yang sebenarnya.
Mungkin itu sedikit informasi tentang novel “Secangkir Kopi Untuk Relawan”. Terima kasih. 


http://uny.ac.id
http://library.uny.ac.id
http://journal.uny.ac.id
https://www.goodreads.com/book/show/10588067-secangkir-kopi-untuk-relawan


Komentar